Keesokan harinya, Budi menceritakan kejadian lucu yang terjadi di sekolah kepada keluarganya. Ayah dan ibunya yang juga berasal dari daerah Jawa, tertawa terbahak-bahak mendengar cerita tersebut.
"Bu Guru ngomong gitu? lucu ya," ujar Ayah Budi.
"Sudah pasti, itu ciri khas Bu Guru, selalu menghibur anak-anak di sekolah," jawab Ibunya.
Budi yang merasa bangga dengan kemampuan bahasa Inggrisnya, memutuskan untuk mencoba mempraktikkan bahasa Inggris lebih sering lagi di rumah. Ia pun mengajak keluarganya untuk belajar bersama dan mempraktikkan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.
Namun, karena keluarga Budi terbiasa menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari, mereka sering kali menambahkan kata-kata dalam bahasa Jawa ketika berbicara dalam bahasa Inggris. Misalnya, ketika Budi ingin meminta air putih dalam bahasa Inggris, ia sering kali berkata "Njaluk water, Mak segelas" (Minta air putih ya, Ma satu gelas) yang merupakan gabungan bahasa Jawa dan Inggris.
Hal tersebut terkadang membuat keluarga Budi dan teman-temannya tertawa, namun mereka senang melihat semangat dan kesungguhan Budi dalam belajar bahasa Inggris. Dan tentu saja, mereka tetap bangga dengan keaslian dan keunikan budaya daerah mereka, termasuk bahasa Jawa yang menjadi identitas mereka.
Komentar
Posting Komentar